Senin, 05 Desember 2016

Pengaruh Sosial Media Facebook Terhadap Pergaulan Remaja


Pendahuluan
Dalam era modern saat ini sosial media dapat diakses dengan mudah oleh semua kalangan dari anak – anak hingga dewasa. Teknologi yang semakin canggih memudahkan semua orang untuk memperoleh informasi yang mereka inginkan. Banyak sekali sosia media yang semakin popular salah satunya facebook, hal ini merupakan peluang bagi para pelaku kejahatan seksual untuk dapat berkomunikasi dan dekat dengan calon korban. Jangan sampai anak – anak menjadi korban berikutnya yang dimanfaatkan oleh pelaku tak bertanggung jawab ini.

Fakta
Semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi diharapkan para orang tua untuk selalu mengawasi anak - anaknya dalam menggunakan sosial media. Penggunaan sosial media tanpa pengawasan orang tua akan berakibat anak terjerumus dalam gaya hidup yang tidak sehat. Menurut Psikolog Elly Risma ( Antara News ,2016) dalam acara rapat koordinasi jejaring kemitraan tata laksana penanganan kasus kekerasan anak dan perempuan, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, “era serba teknologi saat ini orang tua harus tegas dalam mengawasi penggunaan sosial media oleh anak-anak sehingga lebih bijak dalam penggunaannya. Jika orang tua lengah, dampak dari sosial media tersebut memudahkan akses terhadap tontonan maupun bacaan berisi konten kekerasan, pornografi, seks dan lainnya,"
Psikolog spesialis pengasuhan anak itu menjelaskan sepanjang 2015 terdapat 3.971 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia. Salah satunya kasus kejahatan seksual yang terjadi di sekolah terdapat di 28 provinsi.
“Yang terpenting dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui tujuh pilar pengasuhan anak, yang terdiri dari kesiapan menjadi orangtua, dua parenting ayah harus terlibat, tetapkan tujuan pengasuhan anak, komunikasi yang baik, benar dan menyenangkan, kemudian tanamkan nilai agama yang kuat, menyiapkan masa baligh anak, dan bijak memanfaatkan teknologi,” tambah Elly.
                 
Dalam beberapa kasus pelecehan seksual berawal dari penggunaan sosial media, seperti kasus yang terjadi karena terjebak nafsu sesaat, Nestapa-bukan nama sebenarnya-(16) hamil dua bulan di luar nikah. Sementara kekasihnya Bibul Ikhwan (31), duda asal Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Keduanya berkenalan via media sosial Juli lalu. Setelah akrab, keduanya pun sering bertemu dan kerap makan bareng. Pelaku kemudian mengajak korban ke rumahnya yang saat itu sepi. (Okezone, 2016) 

Opini
Kini media sosial sudah menjadi faktor penting interaksi antar manusia khususnya kaum remaja. Bagaimana pun media sosial memiliki dampak positif dan negatifnya. Dampak negatif dari sosial media sendiri yaitu  anak menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata, jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu dengan sosial media. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurangnya rasa empati di dunia nyata.
Meskipun banyak penyalahgunaan atau dampak negatif yang disebabkan oleh sosial media, tetapi juga dari dampak negatif tersebut masih banyak dampak positif yang didapat dari penggunaan sosial media. Dintaranya mempererat silaturahim, menambah wawasan dan pengetahuan, menyediakan informasi yang tepat dan akurat, menyediakan ruang untuk berpesan positif, mengakrabkan hubungan pertemanan. ( Kompasiana, 2015 )
Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak pengguna situs jejaring sosial, khususnya para anak - anak sampai remaja yang belum paham bahaya - bahaya apa yang dapat menghampiri mereka ketika sudah kecanduan berjejaring lewat situs tersebut. Bagaimana pun juga, media sosial tetap saja memiliki dampak positif dan negatifnya, tergantung bagaimana anak - anak dan remaja menggunakan social media tersebut.
Oleh karena itu, peran orang tua disini sangat penting, orang tua seharusnya membatasi dan mengawasi dalam penggunaan social media terhadap anak-anaknya terutama Facebook yang mudah sekali di akses oleh siapapun. Selain itu tak hanya orang tua yang berperan untuk mengawasi, tetapi lingkungan dan sekolah juga perlu untuk melakukan pengawasan terhadap anak, dan meningkatkan pemahaman terhadap norma, nilai pendidikan moral, etika dan agama serta pengetahuan dalam menggunakan sosial media. Dampak negatif diatas tidak akan terjadi apabila remaja tersebut dapat memanfaatkan sosial media dengan baik dan benar

Mustiana
Prodi Farmasi
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta




Sumber